Bukittinggi — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyelenggarakan Rapat Dosen FUAD dengan agenda utama Evaluasi Proses Belajar Mengajar (PBM) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 serta Perencanaan PBM Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Rapat dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jum’at, 6 Februari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, sebagai forum strategis refleksi dan konsolidasi akademik guna meningkatkan mutu pembelajaran dan tata kelola akademik FUAD.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD, Prof. Dr. Syafwan Rozi. Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa evaluasi PBM harus dipahami sebagai proses refleksi akademik kolektif untuk memastikan konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Ia juga menyoroti capaian FUAD yang telah memiliki empat program studi berakreditasi Unggul, seraya mendorong seluruh dosen menjaga mutu tersebut sekaligus mengupayakan pemerataan kualitas dan kuantitas mahasiswa baru melalui pembelajaran yang inovatif dan berorientasi capaian (Outcome-Based Education).
Sambutan singkat dan penguatan disampaikan oleh Rektor, Prof. Dr. Silfia Hanani. Rektor menekankan pentingnya profesionalisme dosen dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan tinggi, termasuk implementasi PERMENDIKTISAINTEK Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen, serta mendorong dosen FUAD untuk terus meningkatkan kapasitas pedagogik, riset, dan publikasi ilmiah sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas individu dosen akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, mutu lulusan, serta penguatan posisi institusi di tingkat nasional. Dalam konteks FUAD, hal ini dinilai sejalan dengan upaya fakultas dalam memperkuat pembelajaran berbasis OBE dan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rapat dosen dipandu oleh Wakil Dekan II FUAD, Dr. Darul Ilmi. Selain berperan sebagai moderator, ia juga menyampaikan informasi penting terkait peningkatan sarana pembelajaran, yakni penambahan fasilitas smartboard yang telah terpasang di seluruh ruang kelas FUAD. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran secara lebih optimal, memperkaya metode pengajaran dosen, serta mendukung implementasi pembelajaran aktif dan interaktif pada Semester Genap 2025/2026.
Materi utama evaluasi PBM disampaikan secara komprehensif oleh Wakil Dekan I FUAD, Dr. Zulfan Taufik. Ia memaparkan hasil evaluasi PBM lintas program studi yang mencakup kesesuaian RPS dengan praktik perkuliahan, efektivitas metode pembelajaran, kualitas interaksi dosen–mahasiswa, serta sistem penilaian dan asesmen. Wakil Dekan I menegaskan perlunya penguatan pedagogi dosen, standarisasi RPS dan asesmen berbasis OBE, serta integrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam pembelajaran sebagai dasar perencanaan PBM Semester Genap 2025/2026 yang lebih terarah.
Sementara itu, evaluasi bidang kemahasiswaan disampaikan oleh Wakil Dekan III FUAD, Nurlizam, Dr. Nurlizam, dengan penekanan pada peran dosen—khususnya Dosen Penasehat Akademik—dalam pendampingan studi, pembinaan akademik–spiritual, serta penguatan karakter dan etika akademik mahasiswa sebagai bagian integral dari keberhasilan PBM.
Rapat ini dihadiri oleh 54 dosen FUAD, terdiri dari 42 Dosen Tetap dan 12 Dosen Tidak Tetap. Melalui rapat ini, FUAD meneguhkan komitmen untuk menjadikan evaluasi PBM sebagai pijakan utama perencanaan pembelajaran yang lebih bermutu dan berkelanjutan pada Semester Genap 2025/2026, sekaligus memperkuat profesionalisme dosen dan daya saing institusi.



