Mahasiswa SPI UIN Bukittinggi Lulus Seleksi Program Riset Manuskrip Sumbar oleh BRIN

BUKITTINGGI – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Salah seorang mahasiswanya, Rido Sobirin, dinyatakan lulus dalam kegiatan Riset dan Pengembangan Khazanah Manuskrip Sumatra Barat yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Keberhasilan tersebut diraih setelah Rido melewati dua tahapan seleksi yang cukup ketat, yakni seleksi proposal dan wawancara. Program ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Sumatra Barat, sehingga proses seleksi berlangsung kompetitif.

Kegiatan ini mengusung tema Eksplorasi, Penelitian, dan Pengembangan Khazanah Manuskrip Sumatra Barat. Melalui program tersebut, peserta didorong untuk menelusuri, mengkaji, serta mengembangkan manuskrip-manuskrip lama yang menjadi bagian penting dari warisan intelektual dan budaya masyarakat Sumatra Barat.

Kelulusan Rido Sobirin menjadi capaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi Prodi SPI dan civitas akademika UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara umum. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa SPI memiliki kapasitas akademik dan semangat riset yang baik, khususnya dalam bidang kajian sejarah, peradaban Islam, dan manuskrip.

Partisipasi mahasiswa SPI dalam program yang digelar BRIN ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda kampus turut ambil bagian dalam upaya pelestarian serta pengembangan khazanah keilmuan lokal. Manuskrip bukan sekadar dokumen lama, melainkan sumber penting untuk memahami sejarah, pemikiran, tradisi, dan identitas masyarakat.

Diharapkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan semacam ini dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak lahir peneliti muda yang peduli terhadap pelestarian warisan intelektual bangsa, khususnya di Sumatra Barat.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa SPI dalam program BRIN menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Bukittinggi mampu bersaing dalam forum akademik yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh ananda Rido Sobirin. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif di ruang kuliah, tetapi juga mampu menembus kegiatan riset yang kompetitif di tingkat regional. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang, aktif meneliti, dan berkontribusi dalam pelestarian khazanah intelektual Islam dan budaya lokal,” ujarnya.