BUKITTINGGI – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, menggelar kegiatan Studium General bertema “Sejarah Islam Melayu” pada 6 April 2026 di Aula Gedung Bung Hatta UIN Bukittinggi.
Kegiatan akademik ini menjadi salah satu agenda penting Prodi SPI dalam memperkuat wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam bidang sejarah peradaban Islam di kawasan Melayu. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan penguatan identitas akademik mahasiswa SPI yang mempelajari dinamika sejarah Islam, budaya, serta perkembangan intelektual masyarakat Muslim di Nusantara dan wilayah Melayu secara lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Sudarman, S.Hum., M.A. Kehadiran akademisi tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif yang mendalam mengenai perkembangan Islam Melayu, baik dari sisi sejarah, kebudayaan, jaringan ulama, maupun kontribusinya terhadap pembentukan peradaban Islam di Indonesia.
Saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah menegaskan pentingnya kajian sejarah Islam Melayu sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa sejarah Islam Melayu bukan hanya membahas masa lalu, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memahami akar peradaban, identitas, dan perkembangan Islam di Nusantara.
“Tema Sejarah Islam Melayu sangat penting untuk didalami oleh mahasiswa, terutama mahasiswa SPI, karena di dalamnya tersimpan jejak intelektual, budaya, dan peradaban Islam yang besar. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu melihat relevansinya dengan perkembangan keilmuan dan masyarakat hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Prodi SPI yang terus menghadirkan forum akademik yang mendorong budaya diskusi, riset, dan pengembangan wawasan keislaman berbasis sejarah. Menurutnya, studium general menjadi ruang strategis untuk mempertemukan mahasiswa dengan gagasan-gagasan ilmiah dari para akademisi.
Studium General ini tidak hanya menjadi forum ilmiah untuk menambah pengetahuan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang dialog akademik antara dosen, mahasiswa, dan peserta lainnya dalam memahami akar sejarah Islam Melayu secara kritis dan komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat bahwa sejarah Islam Melayu merupakan bagian penting dari konstruksi sejarah Islam di Indonesia yang kaya akan tradisi, manuskrip, lembaga pendidikan, dan tokoh-tokoh berpengaruh.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam menghadirkan forum akademik yang inspiratif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan keilmuan mahasiswa. Dengan adanya studium general ini, Prodi SPI berharap semangat kajian sejarah Islam terus tumbuh di kalangan generasi muda akademik.


