Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Juli 2026 — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menjajaki peluang kerja sama dalam bidang dakwah, penelitian, pelestarian lingkungan, dan pengembangan masyarakat bersama Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM).
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan kehormatan delegasi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ke kantor YADIM pada Selasa, 14 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UIN Bukittinggi dalam memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat kolaborasi internasional dengan institusi dakwah di Malaysia.
Delegasi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dipimpin oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Zulfan Taufik, M.A.Hum., serta dua orang peneliti dari UIN Bukittinggi. Dalam kunjungan tersebut, delegasi turut didampingi oleh dosen Fakultas Pengajian Peradaban Islam Universiti Islam Selangor, Dr. Noor Hafizah Mohd. Haridi.
Kedatangan delegasi disambut langsung oleh Ketua Pegawai Eksekutif YADIM, Ustaz Zamri Zainal Abidin, bersama jajaran pimpinan dan pejabat di lingkungan YADIM.
Sejumlah pejabat YADIM yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Pusat Pengurusan Penyelidikan YADIM, Dr. Masitah Esa; Direktur Bahagian Khidmat Sosial, Shahrizal Mat; Direktur Bahagian Penerbitan Kreatif, Siti Suhafzan Sh. Ibrahim; serta Direktur Unit Komunikasi Korporat dan Antarabangsa, Hafez Azmi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Penolong Pengarah Kanan Bahagian NGO, Siti Afiza Iman; Penolong Pengarah Kanan Unit Keurusetiaan, Sharniza Shaari; Penolong Pengarah Unit Keurusetiaan, Haji Hasmin Hashim; serta Nurul Huda Veddin.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi UIN Bukittinggi dan YADIM mendiskusikan berbagai peluang program yang dapat dilaksanakan secara bersama. Kerja sama yang dijajaki mencakup bidang dakwah, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kelembagaan, serta pelestarian lingkungan.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana penyusunan dan penandatanganan Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman antara UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan YADIM. Nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif secara terencana dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan dakwah yang responsif terhadap persoalan masyarakat.
Kerja sama dengan YADIM diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan masyarakat. Program tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk penelitian bersama, seminar internasional, pertukaran akademik, penerbitan karya ilmiah, penguatan kapasitas dai, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Selain membahas pengembangan dakwah dan penelitian, kedua pihak memberikan perhatian terhadap pentingnya penguatan dakwah lingkungan. Dakwah mengenai pemeliharaan alam dinilai masih perlu dikembangkan agar masyarakat semakin memahami tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. Manusia tidak hanya diperintahkan untuk memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga berkewajiban menjaga keseimbangan, menghindari kerusakan, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Karena itu, UIN Bukittinggi dan YADIM memandang bahwa pesan-pesan pelestarian lingkungan perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan dakwah, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Dakwah lingkungan dapat menjadi pendekatan strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara nilai keislaman dan tanggung jawab ekologis.
Melalui kolaborasi tersebut, UIN Bukittinggi juga berpeluang memperoleh pengalaman dan perspektif baru mengenai pengelolaan program dakwah di Malaysia. Pada saat yang sama, UIN Bukittinggi dapat membagikan pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dikembangkan dalam konteks Indonesia.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya hubungan kelembagaan yang lebih erat antara UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan YADIM. Kolaborasi kedua institusi diharapkan dapat mendukung penguatan agenda dakwah, penelitian, pembangunan masyarakat, serta pelestarian lingkungan di Indonesia dan Malaysia.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional. Melalui kerja sama yang produktif dan berkelanjutan, UIN Bukittinggi diharapkan semakin berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, dakwah transformatif, pembangunan umat, dan penyelesaian berbagai persoalan sosial serta lingkungan.


