Summary Ekoteologi

  • Makna Logo
  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Visi dan Misi
  • Prospek Kegiatan dan Program
  • Pengurus
  • Galery

Filosofi Logo Pusat Kajian Ekoteologi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD)

Logo Pusat Kajian Ekoteologi dirancang sebagai representasi visual dari integrasi antara nilai-nilai teologis Islam, kesadaran ekologis, dan tanggung jawab keilmuan dalam merespons krisis lingkungan kontemporer. Secara konseptual, logo ini mencerminkan paradigma ekoteologi yang menempatkan relasi Tuhan–manusia–alam sebagai satu kesatuan ontologis dan etis.

Secara struktural, logo menampilkan bentuk utama berupa garis vertikal yang kokoh yang melambangkan fondasi keilmuan Islam, khususnya tradisi Ushuluddin sebagai basis epistemologis dalam memahami relasi antara wahyu, manusia, dan kosmos. Elemen ini menegaskan bahwa pengembangan ekoteologi tidak berdiri di ruang kosong, melainkan berakar pada tradisi intelektual Islam yang mapan.

Dari struktur tersebut, muncul garis lengkung yang dinamis menyerupai daun atau tunas yang tumbuh ke atas, yang merepresentasikan kehidupan, pertumbuhan, dan keberlanjutan ekologis. Bentuk ini sekaligus mengandung makna transformasi—bahwa kesadaran ekologis dalam Islam harus terus berkembang melalui proses refleksi teologis dan praksis sosial. Arah gerak ke atas menunjukkan orientasi transendental, yakni keterhubungan seluruh ciptaan dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan.

Dominasi warna hijau dalam logo mengandung simbolisme ekologis sekaligus spiritual. Hijau tidak hanya merepresentasikan alam dan keseimbangan ekosistem, tetapi juga mengandung makna teologis dalam tradisi Islam sebagai simbol rahmat, keberkahan, dan kehidupan. Dengan demikian, warna ini menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari ekspresi keberagamaan.

Kehadiran identitas Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam logo menunjukkan legitimasi akademik serta keterkaitan kelembagaan pusat kajian dengan pengembangan ilmu-ilmu keislaman. Hal ini menandakan bahwa Pusat Kajian Ekoteologi berfungsi sebagai ruang interdisipliner yang mengintegrasikan teologi, filsafat, studi agama, dan praktik dakwah dalam membangun kesadaran ekologis.

Secara keseluruhan, logo ini merepresentasikan gagasan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memikul amanah untuk menjaga keseimbangan alam (mīzān) dan mencegah kerusakan (fasād). Ekoteologi, dalam kerangka ini, dipahami sebagai upaya rekonstruksi pemikiran keislaman yang tidak hanya berorientasi pada kesalehan individual, tetapi juga pada kesalehan ekologis sebagai bentuk tanggung jawab spiritual dan sosial.

Dengan demikian, filosofi logo Pusat Kajian Ekoteologi menegaskan komitmen kelembagaan dalam mengembangkan kajian, riset, dan praksis keagamaan yang berkontribusi pada terwujudnya peradaban ekologis Islam, yaitu peradaban yang memadukan iman, ilmu, dan tindakan dalam merawat bumi sebagai amanah Ilahi.

Latar Belakang

Krisis ekologis global—yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan—telah menjadi tantangan kemanusiaan dan keagamaan yang mendesak. Krisis ini tidak semata-mata bersifat teknis atau ekonomis, melainkan juga berakar pada cara pandang teologis, etis, dan kultural manusia terhadap alam. Dalam konteks ini, agama memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis, etika lingkungan, serta tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi.

Indonesia, khususnya wilayah Sumatera Barat dengan kekayaan ekologi dan kearifan lokal Minangkabau, menyimpan beragam nilai kosmologis dan etika lingkungan yang hidup dalam tradisi adat, praktik keagamaan, serta pengetahuan lokal masyarakat. Prinsip-prinsip seperti alam takambang jadi guru merefleksikan pandangan dunia yang menempatkan alam sebagai sumber pembelajaran moral dan spiritual. Namun demikian, nilai-nilai tersebut kerap terpinggirkan oleh pendekatan pembangunan yang antroposentris dan eksploitatif, serta oleh pemahaman keagamaan yang belum sepenuhnya sensitif terhadap isu-isu ekologis.

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi memiliki mandat akademik dan moral untuk mengembangkan kajian-kajian keislaman yang responsif terhadap problem kemanusiaan dan lingkungan kontemporer. Hingga saat ini, kajian teologi di lingkungan akademik masih relatif dominan berfokus pada dimensi doktrinal dan ritual, sementara integrasi antara teologi, ekologi, dan kearifan lokal belum tergarap secara sistematis dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pendirian Pusat Kajian Ekoteologi dimaksudkan sebagai wahana akademik untuk mengembangkan pendekatan teologis yang berwawasan ekologis, kontekstual, dan transformatif. Pusat kajian ini diharapkan menjadi ruang interdisipliner yang mempertemukan studi Islam, teologi, filsafat, antropologi, dan ilmu lingkungan, dengan tujuan membangun kerangka ekoteologi yang berakar pada ajaran agama dan kearifan lokal, sekaligus relevan dengan tantangan global.

Pusat Kajian Ekoteologi tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan keilmuan, tetapi juga sebagai pusat pengabdian masyarakat dan advokasi etika lingkungan. Melalui pusat ini, FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam membangun kesadaran ekologis berbasis agama, memperkuat peran institusi keagamaan dalam pelestarian lingkungan, serta mendorong terwujudnya relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Tujuan

  1. Pengembangan Keilmuan
    Mengembangkan kajian ekoteologi yang mengintegrasikan ajaran agama, etika lingkungan, dan kearifan lokal dalam perspektif interdisipliner.
  2. Riset dan Publikasi Ilmiah
    Menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi mengenai teologi lingkungan, agama dan krisis ekologi, serta praktik ekologis berbasis komunitas lokal.
  3. Pengabdian kepada Masyarakat
    Menerapkan hasil kajian ekoteologi untuk pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan penguatan etika ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan.
  4. Penguatan Dialog dan Kesadaran Publik
    Memfasilitasi dialog lintas agama, budaya, dan disiplin ilmu terkait isu-isu lingkungan hidup dan tanggung jawab ekologis bersama.
Visi

Menjadi pusat unggulan dalam pengembangan kajian ekoteologi yang berakar pada ajaran agama dan kearifan lokal, guna mendorong terwujudnya keadilan ekologis, keberlanjutan lingkungan, dan peradaban yang beretika.

Misi

  1. Penelitian
    Melaksanakan penelitian interdisipliner tentang teologi lingkungan, krisis ekologi, dan kearifan lokal dalam perspektif keislaman dan kemanusiaan.
  2. Pendidikan dan Literasi Ekologis
    Mengembangkan program pendidikan, pelatihan, dan literasi publik tentang ekoteologi dan etika lingkungan berbasis agama.
  3. Kolaborasi dan Jejaring
    Membangun kerja sama dengan lembaga akademik, komunitas adat, organisasi keagamaan, LSM lingkungan, dan instansi pemerintah.
  4. Advokasi dan Transformasi Sosial
    Mengadvokasi pentingnya perspektif ekoteologi dalam kebijakan publik, dakwah, dan praktik keagamaan yang ramah lingkungan.

Prospek Kegiatan dan Program

  1. Seminar dan Diskusi Akademik
    Penyelenggaraan seminar, diskusi publik, dan kuliah tamu tentang ekoteologi, agama dan lingkungan, serta krisis ekologi global dan lokal.
  2. Riset Kolaboratif
    Pengembangan penelitian kolaboratif lintas fakultas dan lintas institusi mengenai isu-isu ekologi, agama, dan kearifan lokal.
  3. Program Pelatihan dan Pemberdayaan
    Pelatihan bagi pendidik, penyuluh agama, dan masyarakat tentang etika lingkungan, dakwah ekologis, dan praktik keberlanjutan berbasis komunitas.
  4. Pengembangan Publikasi
    Penerbitan artikel jurnal, buku, policy brief, dan media populer yang mempromosikan gagasan dan praktik ekoteologi.
  5. Kegiatan Berbasis Komunitas
    Pendampingan komunitas lokal dalam pelestarian lingkungan, revitalisasi kearifan ekologis, serta kampanye keagamaan yang berwawasan lingkungan.

SK Pengurus Pusat Kajian Ekoteologi FUAD

Profil Pusat Kajian Ekoteologi FUAD

Berita Pusat Kajian Ekoteologi FUAD

29
Apr

Monthly Discussion Ekoteologi: Mengurai Krisis Lingkungan dari Perspektif Historis dan Budaya

Bukittinggi — Center for Ecotheology Studies FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menggelar Monthly Discussion bertajuk “Krisis Lingkungan dari Perspektif Sejarah dan Budaya” pada Senin (27/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FUAD ini menghadirkan dua narasumber, Dedi Arsa, M.Hum., dan Doni Nofra, M.Hum., dengan moderator Naziratul Khairat, M.Hum. Diskusi ini merupakan bagian dari...
Selengkapnya...
27
Apr

Guest Lecture Internasional Pusat Kajian Ekoteologi Soroti Paradigma Baru Climate Restoration

Bukittinggi — Pusat Kajian Ekoteologi (Center for Ecotheology Studies) FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Climate Restoration: A Novel Solution” pada Jumat (24/4/2026) di Gedung Mohammad Hatta. Kegiatan ini menghadirkan Paul Stanley Grenda, analis iklim berbasis di Melbourne, yang memiliki kepakaran interdisipliner dalam hubungan internasional, filsafat, serta studi kebijakan...
Selengkapnya...
11
Mar

Dari Khalifah hingga Dakwah Lingkungan: FUAD Bahas Tanggung Jawab Ekologis Umat Islam

Pusat Kajian Ekoteologi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menggelar kegiatan Ngaji Ramadhan: Islam dan Ekoteologi pada Selasa, 10 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang merupakan sesi ketiga sekaligus penutup dari rangkaian kajian Ramadhan ini mengangkat tema “Ekoteologi al-Qur’an dan Transformasi Dakwah Lingkungan di Era...
Selengkapnya...
04
Mar

Dari Ekoteologi ke Gerakan Lintas Iman: FUAD Dorong Solidaritas Spiritual untuk Bumi

Bukittinggi — Pusat Kajian Ekoteologi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menggelar Ngaji Ramadhan: Islam dan Ekoteologi sesi kedua pada Selasa, 3 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Ekoteologi Lintas Agama: Membangun Solidaritas Spiritual untuk Kelestarian Bumi,” kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Zulfan...
Selengkapnya...
25
Feb

Ngaji Ramadhan Pusat Kajian Ekoteologi FUAD: Ekoteologi dan Ekosufisme dalam Perspektif Islam

Bukittinggi — Pusat Kajian Ekoteologi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar kegiatan Ngaji Ramadhan: Islam dan Ekoteologi — Sesi 1 pada Selasa, 24 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Sesi perdana ini mengangkat tema “Ekoteologi dan Ekosufisme: Dimensi Spiritual Islam dalam Membangun Kesadaran Ekologis.” Kegiatan dibuka secara...
Selengkapnya...