Bukittinggi, 20-21 April 2026 — Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyelenggarakan Workshop dan Coaching Clinic Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi pada 20–21 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas merupakan dosen tetap FUAD, serta diikuti oleh dosen tidak tetap dan beberapa dosen dari fakultas lain di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Workshop menghadirkan Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D., Guru Besar Sosiologi UIN Imam Bonjol Padang, sebagai narasumber utama. Dalam pengantarnya, beliau menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan dalam menulis artikel ilmiah bukan hanya pada penguasaan teknik, melainkan pada niat yang kuat dan konsistensi dalam proses menulis. Menurutnya, banyak akademisi terhambat bukan karena tidak mampu, tetapi karena belum memulai dan menjaga ritme menulis secara berkelanjutan. Setelah itu, ia menguraikan aspek teknis penulisan, mulai dari penentuan topik berbasis novelty, struktur artikel IMRaD, hingga penyusunan argumentasi yang sesuai standar jurnal internasional .
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD, Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag., yang menekankan urgensi kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dosen dan reputasi institusi.
“Kita tidak bisa lagi melihat publikasi ilmiah sebagai beban administratif. Ini adalah bagian dari tanggung jawab intelektual kita sebagai akademisi. Ketika dosen mampu menulis dan menembus jurnal internasional, maka yang terangkat bukan hanya individu, tetapi marwah keilmuan fakultas dan universitas kita,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai pijakan awal untuk membangun budaya menulis yang berkelanjutan.
“Saya berharap workshop ini menjadi titik awal lahirnya kebiasaan menulis yang konsisten. Kita ingin FUAD hadir dalam percakapan ilmiah global melalui karya-karya dosennya,” tambah Prof. Syafwan.
Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama difokuskan pada pembongkaran hambatan psikologis yang selama ini menghalangi dosen dalam menulis. Narasumber mengajak peserta merefleksikan mindset “tidak bisa menulis” dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih produktif dan aplikatif. Dari sini, kegiatan langsung bergerak ke praktik penulisan. Peserta diminta mengemukakan ide-ide riset yang mereka miliki, kemudian didiskusikan secara terbuka untuk menemukan fokus masalah, research gap, dan kemungkinan kontribusi ilmiahnya.
Beberapa ide yang muncul mencerminkan kekayaan perspektif keilmuan dosen FUAD. Dr. Rahima Sikumbang, misalnya, mengangkat gagasan tentang ketahanan pangan dalam perspektif hadis, yang kemudian dikembangkan menjadi kerangka artikel dengan pendekatan integratif antara teks keagamaan dan isu kontemporer. Sementara itu, Khairul Amin, M.Fil. mengajukan ide tentang authorship dalam karya Al-Suyuthi, yang membuka ruang diskusi tentang otoritas keilmuan dan tradisi penulisan dalam khazanah Islam klasik. Proses ini menunjukkan bahwa ide-ide lokal dan khas justru memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi artikel berstandar internasional.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan aspek teknis penulisan. Peserta dibimbing untuk menyusun artikel secara lebih sistematis sesuai dengan standar jurnal internasional, mulai dari penulisan judul dan abstrak yang efektif, pengembangan introduction berbasis research gap, penyusunan literature review yang kritis, hingga teknik penyajian hasil dan pembahasan yang argumentatif. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya konsistensi sitasi dan penggunaan perangkat manajemen referensi untuk mendukung kualitas penulisan ilmiah.
Kegiatan ditutup oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Zulfan Taufik, MA.Hum., yang menekankan pentingnya tindak lanjut dari workshop ini.
“Workshop ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Harus ada kelanjutan dalam bentuk praktik nyata. Draft artikel yang sudah mulai disusun perlu dibedah bersama dalam forum-forum akademik, terutama melalui pusat kajian yang sudah kita miliki,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem akademik yang kolaboratif di lingkungan fakultas.
“Kita perlu membangun budaya saling membaca dan memberi umpan balik. Dari situ akan lahir karya-karya yang tidak hanya layak terbit, tetapi juga memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Zulfan berharap kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi sekaligus keterampilan dosen dalam menulis artikel ilmiah.
“Harapan kita, dosen FUAD memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang memadai untuk menulis dan mengirimkan artikel ke jurnal internasional bereputasi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi global, serta mendorong dosen untuk berkontribusi aktif dalam percakapan ilmiah internasional.



