FUAD UIN Bukittinggi Dorong Literasi AI Mahasiswa melalui Program “AI Ready ASEAN”

Bukittinggi — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui program AI Ready ASEAN menggelar kegiatan pelatihan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi mahasiswa, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Mayoritas peserta berasal dari mahasiswa FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dari berbagai program studi. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain, seperti UIN Imam Bonjol Padang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan beberapa kampus lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Zulfan Taufik, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi AI di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan artifisial saat ini telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, riset, media, dan kehidupan sosial.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memahami, mengkritisi, dan memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Literasi AI menjadi kebutuhan penting agar generasi muda tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi, khususnya FUAD, memiliki tanggung jawab untuk mendorong mahasiswa agar mampu mengintegrasikan penguasaan teknologi dengan nilai-nilai etika, akademik, dan kemanusiaan. Kegiatan AI Ready ASEAN menghadirkan Angelique Maria Cuaca sebagai trainer utama yang menyampaikan materi terkait dasar-dasar kecerdasan artifisial, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan dan kreativitas digital, hingga isu etika, privasi, dan keamanan dalam penggunaan teknologi AI. Kegiatan ini juga didukung oleh fasilitator Fatma Yuka Desri dan Feni Mardian, serta dipandu oleh Lia Pusvitasari selaku MC.

 

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi melalui Zoom Meeting, tetapi juga dirancang secara interaktif dan berbasis pembelajaran digital. Sebelum pelatihan dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test assessment melalui Learning Management System (LMS) yang telah disediakan panitia. Setelah sesi materi dan praktik selesai, peserta kembali mengikuti post-test assessment untuk mengukur pemahaman dan peningkatan literasi AI setelah mengikuti pelatihan.

Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan praktik langsung penggunaan LMS AI Ready ASEAN dan eksplorasi berbagai platform pembelajaran AI yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas akademik. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan komunikatif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan trainer.

Program AI Ready ASEAN sendiri merupakan inisiatif regional yang didukung oleh ASEAN Foundation dan Google.org, serta diimplementasikan di Indonesia bersama Mafindo. Program ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan AI bagi masyarakat ASEAN, khususnya generasi muda, pendidik, dan orang tua.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta menyampaikan ketertarikan mereka terhadap peluang pemanfaatan AI dalam mendukung proses belajar, penelitian, penulisan akademik, hingga pengembangan kreativitas digital mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FUAD berharap mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital sekaligus mampu memanfaatkan AI secara kritis, etis, dan produktif dalam dunia akademik maupun kehidupan sosial di masa depan.